Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyelenggarakan kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2025, Rabu 29 September 2025, via Zoom Meeting. Acara ini diikuti oleh 702 mahasiswa yang menunjukkan antusiasme luar biasa dari para guru dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.
Kegiatan ini diawali dengan laporan dari Koordinator PPG FKIP-UMPAR, Dr. Patahuddin, S.Pd., .Pd. yang diwakili oleh Wakil Dekan II FKIP-UMPAR, Dr. Nasrullah A, S.Pd., M.Pd. Dalam laporannya, beliau menekankan pentingnya disiplin, kesiapan, dan komitmen peserta dalam mengikuti rangkaian pembelajaran yang akan segera dimulai pasca orientasi. Selain itu, peserta dibekali informasi teknis mengenai proses pembelajaran, tata tertib program, serta mekanisme penugasan yang terintegrasi dalam kurikulum PPG berbasis sertifikasi profesional.
Sambutan hangat disampaikan oleh Dekan FKIP-UMPAR, Dr. Hj. Henny Setiawati, S.Pd., M.Pd., yang diwakili oleh Wakil Dekan I FKIP-UMPAR, Dr. Syawal, S.PD., M.Pd. yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi para guru dalam program ini. Beliau menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat mengikuti program secara optimal hingga memperoleh sertifikat pendidik, serta senantiasa menjaga kesehatan dan semangat belajar dalam prosesnya. “Kami berharap Bapak dan Ibu guru dapat menyelesaikan seluruh tahapan dengan baik dan menjadi guru profesional yang berintegritas,” ujarnya.
Dr. Syawal, S.PD., M.Pd. juga menyampaikan kepada peserta bahwa program PPG yang Bapak/Ibu jalani saaat ini adalah salasatu cita cita dari negara kita yakni Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yang dibantu oleh Direktorat Pendidikan Profesi Guru (Direktorat PPG)yang bertujuan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang unggul, dimana peserta PPG bertindak sebagai ujung tombak pendidikan saat ini, tentunya dengan syarat menjadi guru yang profesional, dua kata kuncinya yakni guru profesional dan sejahtera, dimana penekanannya saat ini adalah guru profesional melaui PPG. tentunya kita berharap visi dari guru indonesia dapat tercapai.
Pada kesempatan ini pula, Dr. Syawal S.Pd., M.Pd., melaporkan kepada Rektor UMPAR bahwa untuk Tracer Studi (Alumni) Kami laporkan baru saja kami melakukan evaluasi kepuasan peserta pada pelaksanaan PPG sebelumnya, yakni dari calon guru tertentu yg selesai di UMPAR, tercatat diatas 50 persen alumni UMPAR telah mendapatkan pekerjaan layak sebagai guru yang sesuai seperti terangkat melaui P3K, PNS dan dari segi demografi yang tersebar di hampir seluruh wilayah yang ada di tanah air, hal ini juga sudah kami laporkan ke dirjen GTK. “terangnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 UMPAR, secara resmi membuka kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2025. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah Parepare akan memberikan dukungan penuh kepada seluruh peserta PPG, termasuk melalui dosen-dosen berkualifikasi doktor dan profesor. “Tentu saja, kami di tingkat pimpinan Universitas, senantiasa mengapresiasi dan memberika support, untuk terus melakukan kegiatan kegiatan pembelajaran yang tentunya telah dijadwalkan oleh kementerian, sehingga dapat berjalan dengan lancar sampai semua tahapan kegiatan selesai. Perlu kita pahami bersama, bahwa guru itu bukan hanya sekedar mengajar dan pengajar, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing dan teladan, yang tentunya diharapkan akan menginspirasi peserta didiknya, sehingga cita cita pendidikan dapat berhasil ditangan bapak ibu dan mesti menanamkan prinsip bahwa saya harus selalu berinovasi dengan pola pengajaran yang terbaru dan terupdate sehingga benar-benar mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan saat ini, bukan malah sekedar menggugurkan kewajiban hanya masuk dikelas. Kami juga ingin menyampaikan bahwa tahapan ini tidak mudah, jalani dengan penuh rasa tanggungjawab, kembankan diri, menambah daya kompetensi, point pentingnya sebagai agen transformasi pendidikan. Manfaatkan teknologi.
Pembahasan dalam orientasi juga mencakup visi besar pendidikan nasional, termasuk pandangan dari Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, mengenai urgensi penguatan peran guru profesional yang adaptif di era teknologi. Program PPG diarahkan tidak hanya untuk peningkatan kualifikasi akademik, tetapi juga untuk membangun integritas, kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kreativitas sebagai bagian dari kompetensi guru abad ke-21.
Selama orientasi, peserta diperkenalkan pada penggunaan platform pembelajaran mandiri seperti Ruang Guru, yang digunakan untuk mengakses modul sertifikasi dengan jadwal dan bobot SKS tertentu. Kewajiban menyusun jurnal pembelajaran yang orisinal tanpa plagiarisme juga menjadi bagian penting dari penilaian dan prasyarat ujian kompetensi program (UKMPPG). Tantangan utama yang dihadapi peserta adalah pelaksanaan ujian online tanpa pendampingan langsung, sehingga keterampilan manajemen waktu dan kemandirian belajar menjadi kunci keberhasilan.
UMPAR menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kelulusan peserta melalui penyediaan bimbingan teknis intensif dan berbagai sumber belajar berkualitas. Dengan pendekatan ini, UMPAR menargetkan tingkat kelulusan di atas 99% sebagaimana capaian tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan orientasi ditutup dengan penuh optimisme bahwa seluruh peserta mampu menyelesaikan program dengan baik, dan siap menjadi agen transformasi pendidikan yang profesional, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.