PAREPARE. Ranah pendidikan tinggi berskala global pada dekade ini tengah berada di pusaran transformasi digital yang bergerak secara eksponensial. Tuntutan profesionalisme terhadap para tenaga pendidik atau dosen di perguruan tinggi tidak lagi sekadar berkutat pada aktivitas pengajaran konvensional di dalam ruang kelas. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) mengambil langkah taktis dan visioner dengan menyelenggarakan kegiatan bertajuk Webinar & Pelatihan: Penyusunan Buku Referensi Berbasis Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan ini dilaksanakan secara maraton selama dua hari, secara blended yakni pada Selasa dan Rabu, 12–13 Mei 2026. Mengambil tempat di Gedung F Lantai 2 Kampus UMPAR, acara dimulai secara serentak sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai. Perhelatan ini dihadiri oleh puluhan akademisi, jajaran dosen tetap fakultas, perwakilan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Menjembatani Hambatan Struktural Dosen
Dekan FKIP Dr. Hj. Henny Setiawati, M.Pd dalam sambutannya menyatakan bahwa “Berdasarkan tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi, seorang dosen diwajibkan secara aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui riset mendalam yang didokumentasikan ke dalam bentuk publikasi ilmiah, salah satunya melalui penulisan buku referensi yang valid dan berbobot ilmiah tinggi. Kendati demikian, dalam realitas di lapangan, para akademisi kerap membentur berbagai hambatan struktural maupun teknis. Hambatan yang paling mendominasi adalah keterbatasan alokasi waktu akibat tingginya beban administrasi dosen, serta kompleksitas proses pengumpulan, penyaringan, dan penyusunan sintesis dari ratusan literatur ilmiah yang tersebar di pangkalan data global. Fenomena inilah yang memicu terjadinya stagnasi produktivitas penulisan buku referensi di lingkungan LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan). FKIP UMPAR merespons dinamika ini dengan sudut pandang yang visioner. Pihak fakultas memandang bahwa kemunculan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak seharusnya diposisikan sebagai ancaman yang akan menggeser orisinalitas peran manusia dalam dunia akademik. Sebaliknya, jika dikelola dengan regulasi dan pemahaman etis yang tepat, AI merupakan alat bantu (tools) yang sangat kuat, bertindak sebagai katalisator inovasi yang mampu mempercepat proses penulisan ilmiah”. Tutup Henny Sapaan Akrab Dekan FKIP
Optimalisasi AI Akademik dan Mitigasi Etis
Dalam Materinya Prof. Dr. H. Ammang Latifa, M.Hum menyatakan bahwa, “Melalui adopsi perangkat AI khusus akademik, tahapan penulisan buku referensi mulai dari penentuan topik makro, pembuatan peta konsep (mind mapping), pembedahan struktur bab yang logis, hingga ekstraksi intisari jurnal internasional bereputasi dapat diakselerasi secara revolusioner tanpa mengorbankan kualitas substansi ilmiah. Format pelaksanaan yang berbasis gabungan (blended learning) terbukti sangat efektif dalam mengatasi kendala jarak geografis, sehingga mampu mengintegrasikan interaksi fisik di ruang seminar dengan kehadiran virtual peserta secara dinamis. Melalui pembekalan materi yang komprehensif, para dosen kini tidak hanya memiliki keterampilan praktis dalam mengoperasikan alat bantu AI seperti prompt engineering, tetapi juga memiliki kesadaran etis yang kuat untuk melindungi karya mereka dari isu-isu plagiarisme digital serta bahaya data palsu (AI hallucinations)”.
Rencana Tindak Lanjut dan Keberlanjutan Program
Demi menjaga keberlanjutan dampak positif dari workshop ini, pihak manajemen fakultas telah menyiapkan serangkaian rencana aksi strategis jangka panjang (sustainability program). Terdapat tiga poin utama yang akan segera dieksekusi pasca-pelatihan ini:
Langkah taktis dan strategis ini diharapkan mampu mendongkrak motivasi menulis para dosen secara berkelanjutan, sekaligus menaikkan indeks publikasi institusi di pangkalan data nasional (SINTA) maupun global. Melalui program ini, FKIP UMPAR menegaskan posisinya sebagai institusi yang siap mencetak dosen yang adaptif, produktif, dan siap memimpin arah perkembangan literasi digital di Indonesia.